Tampilkan postingan dengan label black metal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label black metal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Februari 2019

Ziarah - Immortal Ceremony (1998) (Bahasa Indonesia)


Tak banyak informasi yang bisa dicari mengenai band satu ini. Ziarah adalah sebuah band black metal asal Malang, Jawa Timur, yang hanya merilis satu album bertajuk Immortal Ceremony pada tahun 1998, di bawah label Leviathan Production (kemungkinan besar sebenarnya bukan label, namun dirilis oleh Ziarah sendiri), kemudian menghilang begitu saja. Walau cover album-nya kurang jelas terlihat, saya menerka bahwa gambar pada cover ini adalah tali pocong. Oke, mari kita mulai mengulas album ini secara keseluruhan.

Poin pertama yang saya catat ialah produksi dari album ini. Produksinya memiliki kualitas underground Indonesia era 1990'an yang ciamik di telinga saya. Kualitas suaranya cukup raw namun semua instrumennya dapat terdengar dengan baik. Poin utama lainnya ialah suara drum-nya. Rerata rekaman underground Indonesia era 1990'an biasanya punya suara snare drum yang kurang mumpuni dan justru terdengar mirip tong kosong nyaring bunyinya, namun tidak dengan album ini. Bisa dikatakan proses produksinya ditangani secara memadai, meski "hanya" sebuah rilisan underground. Omong-omong mengenai drum, pola permainan yang ditawarkan jauh lebih sederhana bila dibandingkan beberapa album metal lainnya, namun penyajiannya variatif dan sesuai dengan nuansa lagu-lagu yang dibawakan. Ada kalanya Fitri (sang drummer) membawakan ketukan d-beat yang nge-punk, ada kalanya ia menyajikan ketukan-ketukan lambat dengan sentuhan simbal, bahkan ada kalanya ia bermain ketukan drum yang berirama militer seperti pada bagian awal lagu unggulan album ini, "Immortal Ceremony", namun pada umumnya ia membawa ketukan-ketukan berirama sedang.

Sang vokalis Agus menggunakan dua jenis vokal, yang satunya ialah vokal shriek yang standar pada black metal, satunya lagi ialah vokal growl. Vokal Agus mungkin tidak bisa dibilang kuat bila dibandingkan dengan semua instrumen lainnya, namun performanya tetap bagus dan tidak terkesan dipaksakan seperti beberapa vokalis black metal lainnya. Bassist Sugeng lebih sering mengikuti permainan gitar dari Dodik, namun performanya menambah karakter musik mereka. Ada kalanya juga Sugeng memainkan riff-riff tersendiri seperti pada lagu "The Almighty Power Authority" dan "From the Address for Javanese Exhibility of High Rank" (panjang juga namanya, hehe).

Dan yang paling utama ialah performa gitaris Dodik. Ia memainkan riff-riff tremolo yang umum ditemui pada black metal, namun ia juga memainkan beberapa riff palm-mute yang nge-thrash seperti di lagu "Agony of Death", riff-riff nge-punk seperti di lagu "Abode of the God", dan riff kromatik seperti di lagu "To Go on a Philgrimage [sic]". Yang paling memukau adalah beberapa progresi chord yang dipengaruhi oleh musik tradisional Jawa, seperti pada lagu "The Almighty Power Authority" dan "The World of Gods and Goddess [sic]". Agak aneh bahwa album ini tak banyak dibicarakan di kalangan Javanese black metal, mengingat bahwa album ini adalah salah satu rilisan black metal pertama yang memadukan black metal dengan suara musik tradisional Jawa.

Album ini adalah salah satu album black metal Indonesia terbaik yang pernah dirilis. Seandainya Ziarah bertahan lebih lama dan merilis album lain, mungkin Ziarah akan menjadi band yang setingkat dengan Dry, Hellgods dan Ritual Orchestra. Para penggemar black metal wajib mendengarkan album ini.

(keterangan: [sic] artinya "tulisan memang ditulis seperti itu, bukan karena typo".)
(sampel lagu)

Jumat, 03 April 2015

Unholiness - Unholy Promo 2013 (2013)


(Bahasa Indonesia)
Dengan pengecualian atas Haemorrhage, saya biasanya tidak menyukai band-band metal dari Spanyol. Ini karena kebanyakan band-band tersebut bermain dengan cukup buruk, sehingga musik yang dihasilkan pun cukup buruk. Dan sejauh ini, provinsi Spanyol dengan band-band metal berkualitas buruk terbanyak adalah Katalonia.

Namun, kali ini saya menemukan sebuah band metal dari Spanyol yang ternyata cukup bagus. Namanya adalah Unholiness dari Zaragoza, Aragon. Mereka aktif dari tahun 2012 sampai 2014 yang lalu. Dilihat dari namanya, kalian pasti dapat menebak kan sub-genre metal yang dimainkan oleh Unholiness? Yap, mereka memainkan blackened thrash metal, yang merupakan perpaduan dari black metal dan thrash metal. Mereka hanya merilis satu promo pada tahun 2013, namun itu sudah cukup memukau saya.

Produksi dari promo ini terdengar cukup old-school. Jika kalian adalah penggemar berat thrash metal tahun 1980-an, maka sudah dapat dipastikan bahwa kalian akan betah mendengarkan Unholiness berlama-lama. Gitar bass juga terdengar sangat jelas.

Tadeo sang drummer menunjukkan kebolehannya dengan memainkan d-beat yang sangat cepat dan terdengar seperti tembakan senapan serdadu neraka. Dia juga mengiringinya dengan beberapa fill drum yang sayangnya tidak terlalu kuat kesannya. Saya harap suara drumkit-nya bisa lebih keras lagi, namun saya tetap menyukai permainan drum Tadeo.

Yang lebih menarik adalah permainan bass dari Edu. Tidak seperti kebanyakan bassist band-band metal, alih-alih hanya mengikuti permainan gitarnya saja, permainannya dipenuhi dengan riff-riff yang berdiri sendiri, membuat musik Unholiness cukup unik dan groovy.

Vokalis Rob bernyanyi dengan gaya black metal yang penuh angkara murka. Ia benar-benar terdengar seperti sesosok iblis yang keluar dari neraka Jahanam.

Duet gitar maut Dario dan Nacho adalah yang paling utama di promo ini. Mereka memainkan riff-riff thrash yang mengingatkan kita akan band-band thrash tahun '80-an. Pokoknya kita diajak ber-headbang ria oleh mereka. Selain itu, saya juga menyukai solo gitar yang dimainkan pada lagu "Unholiness".

Walaupun promo ini sangat pendek (hanya dua lagu dengan durasi total mencapai lima menit), namun promo ini sangat disarankan untuk penggemar old-school thrash metal yang juga menyukai black metal. Kalian dapat mengunduh promo ini pada halaman Bandcamp mereka dibawah ini.

http://unholiness.bandcamp.com/

(English)
With the exception of Haemorrhage, I don't usually like Spanish metal bands. Most of the time, they suck very much. The most province which is the offender is perhaps Catalonia.

But then I found Unholiness, which just made my day. Hailing from Zaragoza, Aragon, this blackened thrash band was pretty short-lived, being only active from 2012 to 2014. During their short lifespan, they only released one demo called Unholy Promo 2013. And I'd like to say that I am delighted with said demo, which I will review this time.

The production has that old-school sound which totally kicks ass. If you're especially a fan of old-school thrash metal, it won't take long for you to get used to Unholiness. The bass is also pretty prominent.

The music, however, kicks ass more than the production. The drummer Tadeo shows off his skills by playing fast-paced d-beats that sound like the gunfire of the assault rifle of Satan's soldiers. He also occasionally plays a few fills that, unfortunately, don't interest me much. I also wish the drumkit sounded louder. Other than those two problems, I still like Tadeo's performance.

Now we'll talk about the bass, which is performed by a guy called Edu. Despite his funny name, his performance is nothing to laugh about. The bass plays its own riffs, instead of just following the guitar work, making the music produced by Unholiness sound more groovy than it's supposed to be. God, do I love his performance.

Meanwhile, a guy called Rob performs the vocals here. His vocals consist of a sick, angry rasp which absolutely defines black metal. He really sounds like a devil coming out from Gehenna.

Best of all is the guitar work by Dario and Nacho. They both play lots of shredding riffs which harken back to the 80's thrash metal days. I especially like the solo in the title song.

Although this promo is very short, it is very recommended if you're into old-school thrash metal with some black metal elements. You can download it on their Bandcamp page below.

http://unholiness.bandcamp.com/

Minggu, 29 Maret 2015

Permafrost - Transitory (2015)

Kira-kira seperti inilah katarsis terlihat jika divisualisasikan. / This is probably how catharsis would look like if it was visualized.
(Bahasa Indonesia)
Permafrost adalah band beraliran blackened doom metal dari Alexandria, negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Mereka sudah berdiri sejak tahun 2009, namun baru merilis album perdana mereka yang bertajuk Transitory pada tanggal 16 Januari tahun ini (2015). Band-band beraliran blackened doom metal cukup jarang keberadaannya, selain itu, saya juga kesusahan mencari band-band blackened doom metal yang menggugah selera saya. Beruntunglah bagi saya, Permafrost mampu menarik perhatian saya.

Produksi dari album ini terdengar cukup lo-fi, namun bukan berarti semua instrumennya sulit didengar. Justru, produksi dari album ini "diseimbangkan" dengan mixing (oleh Simon Callahan dari Midnight Eye) dan mastering (oleh Nikita Kamprad, bukan Nikita Kampret lho!) yang mumpuni, sehingga semua instrumennya dapat terdengar dengan jelas. Tak hanya itu, gitar bass-nya juga terdengar cukup jelas dan berdistorsi tebal, tidak seperti kebanyakan lagu metal yang saya dengar sekarang ini. Gabungan antara produksi lo-fi dan mixing-mastering mumpuni seperti ini sulit ditemukan pada band-band black metal, jadi saya merasa beruntung dapat mendengarkan musik Permafrost yang memiliki gabungan ini.

Drum-nya dimainkan oleh seseorang dengan pseudonim E (ya, hanya E). E lebih sering memainkan ketukan-ketukan lambat yang merupakan ciri khas blackened doom metal dan diiringi dengan beberapa fill drum dan ketukan-ketukan simbal, tetapi ia juga sesekali memainkan blast beat yang memiliki pattern primitif, a la black metal tradisional. Permainan drum E terdengar seperti bumi yang bergemuruh.

Untuk bass, dimainkan oleh seseorang dengan pseudonim Andus Sapien. Nama yang cocok untuk performanya, saya rasa. Permainan bass-nya lebih sering mengikuti permainan gitar, namun karena bass-nya sendiri terdengar cukup jelas dan berdistorsi tebal, seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, memegang andil yang cukup besar dalam musik Permafrost yang terdengar cukup primitif (dalam konotasi positif). Kebanyakan band-band metal mengabaikan bassist dan menganggap mereka hanya sebagai pemanis kecil belaka, jadi saya terkejut ketika mendengarkan permainan bass di album ini.

Dan yang terakhir namun paling utama adalah permainan gitar dan vokal oleh Hollow Lung. Vokalnya menyimpan amarah dan kebencian yang mendalam. Ia terdengar seperti arwah yang mendiami sebuah hutan terlarang selama ribuan tahun. Tak hanya itu, ia juga menyempatkan diri menggunakan vokal clean pada lagu "Nausea". Omong-omong soal vokal clean, pada lagu "Oak", vokal clean-nya dimainkan oleh Simon Callahan dari Midnight Eye (lagi). Biasanya, saya tidak suka vokal clean pada black metal karena kesannya yang norak, namun pada album ini, baik vokal clean dari Hollow Lung maupun Simon Callahan sama-sama memukau dan menusuk relung hati. Sekarang, kita bicara soal permainan gitarnya. Hollow Lung memainkan riff-riff black metal yang terdengar seperti perpaduan black metal Norwegia dan atmospheric black metal, dengan sentuhan doom metal yang lambat namun berat. Riff-riff tersebut terdengar seperti gemerisik dedaunan dari pepohonan tua yang tertiup angin kencang.

Album ini bisa disebut sebagai salah satu dari sekian album blackened doom metal yang benar-benar apik. Saya senang saya dapat mendengar satu band blackened doom yang bagus, setelah selama ini hanya disuguhi band-band yang memiliki kualitas "begitu-begitu saja". Jika kalian ingin tahu tentang musik Permafrost, silahkan klik link Bandcamp mereka dibawah ini, yang menawarkan link download gratis (dan legal!) dari album Transitory.

https://permafrostusa.bandcamp.com/

(English)
Permafrost is a blackened doom metal band hailing from Alexandria, Virginia, U.S.A. They formed in 2009, but their activity remained unknown until January 16th of this year, when they released their debut album Transitory. You rarely ever find blackened doom metal bands nowadays. To top things off, nice blackened doom bands are also hard to find. Fortunately enough, Permafrost is more than nice.

The production of this album is pretty lo-fi, but it is by no means muffled. Thanks to the professional mixing (by Simon Callahan of Midnight Eye) and mastering (by Nikita Kamprad), everything can be heard clearly. Not only can you hear all the instruments clearly, the bass is also pretty prominent. A mixture between lo-fi production and professional mixing and mastering is pretty uncommon in the black metal scene, so I was happy when I heard this album, which just has that mixture.

The drums are played by a guy who goes with a pseudonym E (yes, only E, nothing more). He spends most of his time playing slow beats that are the trademark of blackened doom metal, sometimes accompanied with fills and cymbals which enrich the music, but there are times where he speeds up his performance and even performs blast beats which are primitive in nature. E's performance sounds like the furious rumbling of earth.

Andus Sapien is the one responsible for the bass. True to his pseudonym, his performance is pretty primitive (in a positive connotation). His bass performance has that dirty distorted sound, which is rarely heard from metal bands with prominent bass nowadays. He mostly follow the guitars, but since the bass is pretty prominent, he is also actually responsible for the primitive sound of Permafrost. Most metal bands nowadays tend to ignore the bass, so I was more than pleased when I heard the bass performance here.

Last but not least is the role of Hollow Lung both as a guitarist and a vocalist. His vocals consist of a rasp that contains profound anger and hatred. He sounds like a ghost who dwells in a forest for a very long time. Not only that, he also adds variety by pulling some clean vocals in the song "Nausea". Speaking about clean vocals, I forgot to tell you that there are also some clean vocals in the song "Oak", and they are performed by Simon Callahan of Midnight Eye (again). Normally, clean vocals in black metal would make you cringe, but here, they actually kinda work. They're emotional enough to bring forth catharsis. Now, let's move to the guitars. Hollow Lung plays lots of menacing riffs which sound like a mixture between Norwegian black metal and atmospheric black metal with some doom metal responsibility. He also plays some chugging riffs in the song "Nausea". These riffs are simply some of the best black metal riffs I have ever heard.

Although this album is pretty short, Transitory is probably the best blackened doom metal album ever in existence. I'm glad I finally found an actually awesome blackened doom band, as many blackened doom bands I discovered before were pretty much mediocre. Not only that, you can also grab this album for free from Permafrost's Bandcamp page.

https://permafrostusa.bandcamp.com/